Khabar berita sampai ketelinga,
tangan yang perlahan gerakannya,
mulai cepat menyeluk saku,
menekan dada si pintar dengan senyuman terukir dibibir,
mengubat diri yang sentiasa bersabar dengan karenah dirinya.
menanti dan terus menanti,
si pintar langsung tidak berteriak bunyi,
diri ini bermain dengan seribu persoalan,
sibuk kah???
ada masalah kah??
dibuai rasa tidak tenteram di dalam jiwa.....
tatkala si pintar menjerit sekuatnya,
senyum dibibir terukir kembali,
berharap itu adalah darinya.....
sayang,sayang dan sayang....
itu cuma sahutan pemanggil talian utama,
ingin berkira-kira dengan jumlah yang dibelanjakan,
ku ingat dirinya datang untuk bergembira sama.....
hati ini semakin memberontak...
memaksa jiwa dengan bisikan mendayu-dayu,
......harapan......impian.....dan terus berharap.....: )
No comments:
Post a Comment